RSS

Tempat Penyimpanan Akhir Pesawat

26 Jun

Tempat penyimpanan akhir pesawat udara(bahasa Inggris: aircraft boneyardaircraft scrapyard) adalah kawasan terbuka tempat penyimpanan pesawat udara yang sudah dipensiunkan karena sudah habis masa operasinya, tidak layak terbang, atau tidak dibutuhkan lagi. Sebagian pesawat udara dibiarkan terbengkalai begitu saja atau didaur ulang sebagai besi bekas.

Di Amerika Serikat, lokasi  TPS TPA pesawat udara berada di gurun pasir Barat Daya AS. Sebagian pemiliknya adalah pihak swasta. Angkatan Udara Amerika Serikat memiliki lokasi sendiri, begitu juga divisi lain dari angkatan bersenjata AS.

LATAR BELAKANG

Pada umumnya, setelah Perang Dunia (pertama dan kedua) berakhir, banyak negara yang mengalami kelebihan armada untuk persenjataan seperti pesawat terbang dan lain-lain. Kelebihan ini biasanya dijual ke negara-negara yang mengalami konflik menuju kemerdekaan seperti pada konflik bersenjata di Asia dan Afrika setelah Perang DuniaII atau disimpan di tempat penyimpanan (storage) untuk dipergunakan kembali bila diperlukan atau dijadikan dibongkar kembali untuk di daur ulang. Hal hal seperti ini terjadi pada dasawarsa 1940-an sampai 1950-an.

Pada dasawarsa 1990-an, tempat-tempat penyimpanan akhir pesawat udara juga diramaikan oleh pesawat-pesawat sipil yang bukan saja dari jenis yang lebih tua bahkan ada yang baru saja dikeluarkan dari pabriknya. Berbagai hal yang menyebabkan banyaknya pesawat-pesawat sipil yang dibesi tuakan, mulai dari menuanya usia pesawat sampai krisis yang menyebabkan banyak perusahaan penerbangan menunda atau membatalkan pesanannya. Umumnya pewat-pesawat yang tersimpan tersebut terutama untuk penerbangan sipil, setelah direkondisi akan disertifikasi ulang laik terbang dari lembaga yang berwenang. Di Amerika Serikat, pesawat tersebut disertifikasi ulang oleh FAA.

LOKASI PENEMPATAN

Umumnya lokasi penyimpanan seperti ini terletak di daerah gurun pasir. Karena banyak industri penerbangan berpusat di Amerika Serikat, maka berbagai lokasi penyimpanan pesawat terbang banyak dijumpai di Amerika Serikat. Menurut Graham Robson, beberapa tempat penyimpanan tersebar di Gurun Nevada, dan di California serta di Arizona. Gurun pasir memang tempat ideal untuk menyimpan pesawat sehingga tidak memengaruhi kondisinya misalnya curah hujan dan kelembapan yang rendah serta tanah yang datar dan keras untuk parkir pesawat.

Di Arizona, lokasi penyimpanan yang terkenal adalah P. Kemudian di daerah Bandara International Tucson juga di Marana tepatnya di Pinal Air Park. Untuk di California tepatnya diMojave Spaceport kemudian di Nevada tepatnya di Bandara McCarran di Las Vegas. Di Oklahoma tepatnya di Scrapper’s Row.

PESAWAT MILITER

Untuk pesawat militer, tempat penyimpanan yang terkenal di Pangkalan Udara Davis Monthan, Arizona. umumnya terdiri atas pesawat-pesawat tempur generasi tua baik era bermesin piston atau propeler atau bermesin jet. Selain itu ada pula pesawat-pesawat tempur yang berasal dari generasi baru atau generasi yang masih operasional di masa kini. Alasannya karena kelebihan stok untuk Angkatan Udara atau program peremajaan armada dengan armada yang lebih baru. Selain itu, pesawat-pesawat tersebut untuk dijual ke negara-negara sekutu Amerika Serikat atau digunakan kembali bila ada konflik atau terjadi peperangan. Umumnya pesawat tersebut sebelum dijual atau digunakan kembali akan direkondisi sesuai fungsinya di diberi peralatan dan perlengkapan baru yang sesuai dengan kebutuhan. Atau bahkan pesawat-pesawat tersebut disimpan untuk di up-grade sesuai kebutuhan yang diyakini lebih murah dibandingkan dengan mendatangkan pesawat tempur generasi terbaru.

PESAWAT SIPIL

Untuk pesawat-pesawat sipil, selain pesawat-pesawat generasi tua atau pesawat lama, juga sering dijumpai pesawat-pesawat yang baru saja keluar dari pabrikan. Hal ini disebabkan akibat krisis yang menimpa operator perusahaan penerbangan yang menunda atau membatalkan pesanannya atau menunggu situasi sehingga bila kondisi krisis berlalu dan sanggup memenuhi biaya operasionalnya, pesawat-pesawat itu akan dioperasikan kembali. Misalkan krisis yang terjadi pada dekade 1990-an ketika pecahnya Perang Teluk I yang memicu krisis bahan bakar seperti halnya di dekade 1970-an ketika pecahnya Perang Yom Kippur. Yang akan berada di tempat penyimpanan lebih lama adalah jenis-jenis tua dengan mesin yang tidak mampu memenuhi peraturan batas kebisingan dan emisi (noise and emissions limit regulations). Sebenarnya bisa diremajakan dengan memasang engine hush-kits atau peralatan peredam suara namun biayanya tidak kecil. Sebagai gambaran harga alat tersebut di tahun 1990-an seharga sebuah pesawat DC-9 bekas. Pesawat-pesawat sipil yang berasal dari generasi tua misalnya B-707, B-727, B-737 seri 200 atau bahkan 300, B-747 seri 100 dan 200, L 1011 danDC-9 serta DC 10. Namun demikian ada pula pesawat sipil tua yang diremajakan untuk kepentingan militer seperti program KC-135 E untuk tanker udara dari pesawat B-707 dan pesawat pendukung militer lainnya atau bahkan pesawat cargo.

Sementara untuk pesawat jenis baru yang terpaksa masuk di penyimpanan umumnya karena operator membatalkan atau menunda pesanannya. Namun umumnya pesawat tersebut masih dapat dijual kembali oleh operator yang baru atau dioperasikan kembali atau diambil kembali oleh operator lama yang memesannya setelah diremajakan atau direkondisi kembali.

PROSES PENYIMPANAN DAN PERAWATAN PESAWAT

Sebelum pesawat masuk ke proses pemeliharaan, pesawat tersebut dibersihkan kemudian masuk ke bagian perawatan untuk pemeliharaan anti karat. Terutama sekali pesawat-pesawat militer milik Angkatan Laut yang beroperasi dari kapal induk. Selanjutnya pesawat ditarik ke dalam preservation farm (gedung perawatan) untuk pengeringan oli dan bahan bakarnya.

Kemudian pada bagian mesin ditutup pada bagian saluran masuk dan buangnya (air intake and nozzle) termasuk juga lubang atau saluran ventilasi pada tubuh pesawat ada yang disumbat atau ditutup dengan plester. Sedangkan untuk bagian seperti kanopi pesawat tempur dan radome untuk radar disemprot dengan cairan spraylat untuk memantulkan sinar matahari. Tanpa spraylat, suhu udara di dalam pesawat akan naik 93 derajat Celcius yang akan merusakkan komponen dalam pesawat. Belakangan spraylat diganti dengan tedlar tape. Bagian-bagian lain yang sensitif terhadap panas dan cahaya dibungkus dengan pembungkus khusus.

Umumnya prosedur ini juga dilakukan pada pesawat sipil, setelah dilepas komponen-komponen dan perlengkapan dalamnya seperti AC, kursi dan panel kokpit serta mesin pesawat untuk disimpan.

Untuk keperluan militer Amerika Serikat, program ini dinamakan AMARC (Aerospace Maintenance and Regeneration Centre) dibawah Air Material Command yang membentuk badan logistik khusus yakni Air Force Logistic Command. Anggaran yang dikeluarkan tiap tahun untuk dekade 1990-an sebesar lima juta dollar.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tempat_penyimpanan_akhir_pesawat_udara

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 26, 2012 in Aviation

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: